Selamat Datang

Sugeng Rawuh Wonten Ing Blog BKM Maju Makmur Desa Pleret.....!!!!! Maturnuwun Sampun Kerso Pinarak..... CP.BKM = (0274) 664-2614
Tampilkan postingan dengan label BKM Maju Makmur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BKM Maju Makmur. Tampilkan semua postingan

Sosialisasi dan Diskusi Perencanaan Pemasaran PLPBK Desa Pleret


Pleret -  Dalam rangka mensukseskan program pembangunan nasional, pada hari Selasa (10/1) bertempat di balai Desa Pleret, diadakan kegiatan sosialisasi serta diskusi perencanaan dan pemasaran program “Noto Deso” (ND). Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan agar seluruh elemen masyarakat beserta aparatur pemerintahan yang ada di Desa Pleret, mengetahui dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan program Penataan Lingkungan Berbasis Komunitas (PLPBK).
Acara yang dimulai sejak pukul 20:30 WIB ini, dibuka dengan sambutan dari bpk. Ahmad Sudarmi S.Pd, selaku koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Maju Makmur Desa Pleret. Dalam sambutannya, beliau memaparkan bahwa program ND merupakan program yang dirancang untuk membangun dan mengembangkan tatanan sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan “Kerta Tata Praja”, dengan dilandasi oleh visi yang dibangun secara bersama-sama oleh masyarakat Desa Pleret.
Adapun fokus perencanaan dari program PLPBK itu sendiri, menurut Bapak Sri Hardono selaku ketua tim pemasaran program ND Desa Pleret, antara lain adalah  pengembangan di bidang pertanian, peternakan, perdagangan barang dan jasa. Sektor pertanian dipilih terutama untuk mengatasi masalah pengairan yang ada di empat pedukuhan yakni, Bedukan, Keputren, Kerto dan Karet. Oleh sebab itu, rencana pembangunan difokuskan pada pembangunan sarana dan prasarana penampungan air “embung”, sehingga pada saat memasuki musim kemarau, diharapkan air dapat dialirkan ke lahan-lahan pertanian milik para petani.
Sedangkan pengembangan di bidang peternakan, difokuskan pada pembangunan kandang ternak kelompok pada skala desa (sentral), yang didukung oleh kandang-kandang kelompok tingkat pedukuhan. Lokasi pembangunan kandang berada di pedukuhan Gunungan, dengan memanfaatkan tanah kas desa seluas ± 4 Ha. Ada pun jenis ternak yang dipilih untuk dikembangkan pada kandang ternak kelompok tingkat desa ini adalah domba atau wedhus gembel.
Sementara pengembangan di bidang perdagangan barang dan jasa, difokuskan pada penataan lokasi pasar klitikan yang ada di pedukuhan Kanggotan. Nantinya, pasar klitikan diharapkan dapat menjadi “magnet” bagi kawasan perdagangan yang ada di Desa Pleret, khususnya pada sektor perdagangan onderdil kendaraan bermotor.

Diguncang Gempa Menuai Amanah

Diguncang Gempa. Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Demikian pelajaran yang didapat dari BKM Maju Makmur Pleret.  Sabtu 27 Mei 2006, ketika jarum jam menunjukkan pukul 05.55 pagi, warga dikejutkan oleh gempa yang dahsyat, bahkan membuat warga tidak bisa  berdiri. Bantul porak poranda oleh gempa yang berkekuatan  5,9 Skala Richter!
Dalam waktu singkat, hampir semua sumber penghidupan masyarakat Desa Pleret habis luluh lantak. Misalnya: usaha yang digeluti oleh kaum perempuan di rumah masing-masing, hancur tak bersisa. Hasil rajutan mereka tidak bisa diselamatkan karena tertimpa bangunan. Demikian pula hasil bordir dan payet manikmanik) yang begitu manis melekat pada kain batik, saat itu hancur dan  tidak bisa dikenali lagi. Demikian pula dengan sumber-sumber perekonomian masyarakat lainnya seperti: pasar onderdil motor dan sepeda yang berderet di ujung desa, pasar kecamatan, dan sektor usaha pertanian dan peternakan. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah kehancuran.
Tercatat  218 jiwa penduduk Desa Pleret meninggal dunia. Sedangkan jumlah penduduk yang terluka berat maupun ringan, sulit untuk didata. Pada sisi lain, sebanyak 2.411 rumah roboh, 600 diantaranya mengalami kerusakkan berat. Angka ini bisa menggambarkan bahwa tingkat kerusakkan di Desa Pleret mencapai hampir 90%. Di tengah-tengah kondisi sulit ini, BKM Maju Makmur tidak mau berpangku tangan. Mereka secara informal mengumpulkan semua anggota BKM, dan mencoba mengklarifikasi kondisi masing-masing anggota, termasuk kondisi anggota KSM. Dari upaya ini teridentifikasi bahwa  salah satu anggota BKM:  Bapak Dahuri, meninggal dunia akibat gempa tersebut. Sedangkan dari KSM, tercatat 3 anggota KSM yang meninggal dunia.  Sedangkan fisik Kantor  BKM yang berada dalam satu kompleks dengan kantor kelurahan dindingnya retak-retak.  Kompleks balai desa hancur, semua kegiatan desa dilakukan di pendopo desa yang  tidak lagi berdiri tegak karena tiangnya sudah miring .