Selamat Datang

Sugeng Rawuh Wonten Ing Blog BKM Maju Makmur Desa Pleret.....!!!!! Maturnuwun Sampun Kerso Pinarak..... CP.BKM = (0274) 664-2614

Diguncang Gempa Menuai Amanah

Diguncang Gempa. Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Demikian pelajaran yang didapat dari BKM Maju Makmur Pleret.  Sabtu 27 Mei 2006, ketika jarum jam menunjukkan pukul 05.55 pagi, warga dikejutkan oleh gempa yang dahsyat, bahkan membuat warga tidak bisa  berdiri. Bantul porak poranda oleh gempa yang berkekuatan  5,9 Skala Richter!
Dalam waktu singkat, hampir semua sumber penghidupan masyarakat Desa Pleret habis luluh lantak. Misalnya: usaha yang digeluti oleh kaum perempuan di rumah masing-masing, hancur tak bersisa. Hasil rajutan mereka tidak bisa diselamatkan karena tertimpa bangunan. Demikian pula hasil bordir dan payet manikmanik) yang begitu manis melekat pada kain batik, saat itu hancur dan  tidak bisa dikenali lagi. Demikian pula dengan sumber-sumber perekonomian masyarakat lainnya seperti: pasar onderdil motor dan sepeda yang berderet di ujung desa, pasar kecamatan, dan sektor usaha pertanian dan peternakan. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah kehancuran.
Tercatat  218 jiwa penduduk Desa Pleret meninggal dunia. Sedangkan jumlah penduduk yang terluka berat maupun ringan, sulit untuk didata. Pada sisi lain, sebanyak 2.411 rumah roboh, 600 diantaranya mengalami kerusakkan berat. Angka ini bisa menggambarkan bahwa tingkat kerusakkan di Desa Pleret mencapai hampir 90%. Di tengah-tengah kondisi sulit ini, BKM Maju Makmur tidak mau berpangku tangan. Mereka secara informal mengumpulkan semua anggota BKM, dan mencoba mengklarifikasi kondisi masing-masing anggota, termasuk kondisi anggota KSM. Dari upaya ini teridentifikasi bahwa  salah satu anggota BKM:  Bapak Dahuri, meninggal dunia akibat gempa tersebut. Sedangkan dari KSM, tercatat 3 anggota KSM yang meninggal dunia.  Sedangkan fisik Kantor  BKM yang berada dalam satu kompleks dengan kantor kelurahan dindingnya retak-retak.  Kompleks balai desa hancur, semua kegiatan desa dilakukan di pendopo desa yang  tidak lagi berdiri tegak karena tiangnya sudah miring .

KSM Berprestasi

Besar Bersama BKM 

Meski gempa menghancurkan usaha mereka, para anggota KSM Bunga Sepatu tetap melanjutkan pembayaran cicilan dan meraih predikat KSM berprestasi peringkat pertama
Kunjungan ke KSM Bunga Sepatu mengingatkan akan semangat tak henti dari perempuan-perempuan tangguh Bantul, pasca gempa 5,9 Skala Richter (SR) pada 27 Mei 2006 silam. KSM Bunga Sepatu yang beranggotakan Sumirah (ketua), Nuriyah (sekretaris), Sumarni (bendahara), Siti Rukanah, Sudasi, Nurhadi (anggota) itu berdiri sejak tahun 2000, bersamaan dengan berdirinya BKM dan UPK Maju Makmur, Pleret, Bantul, DI Yogyakarta.
KSM yang sudah dua periode (2000-2004 dan 2004-2008) tetap eksis ini diakui sebagai KSM berprestasi oleh BKM Maju Makmur, dari sisi dinamika kelompok maupun ketepatan angsuran pinjaman. Bayangkan, KSM Bunga Sepatu memperoleh prestasi Juara 2 di tahun 2002, Juara Harapan II di tahun 2003, 2005 dan 2006 KSM, serta meraih Juara I di tahun 2007 s.d. 2010.
Bagaimana semua penghargaan tersebut diperoleh? Menurut Ketua KSM Bunga Sepatu Sumirah, prestasi yang terus meningkat tersebut adalah berkat kerjasama antaranggota, yang bahu-membahu mengatasi permasalahan yang dihadapi anggotanya. Segala permasalahan yang ada dibahas saat pertemuan rutin KSM sebulan sekali—tepatnya setiap tanggal 10. Tidak melulu urusan angsuran yang diselesaikan, tetapi juga ada siraman rohani berupa kultum (kuliah tujuh menit—Red), saling berbagi pengalaman dalam menghadapi permasalahan dan jalan keluar untuk menyelesaikannya.
Keuletan dan kerjasama ini tergambar jelas saat terjadi gempa. Walaupun semua anggota mengalami nasib sama, dimana rumah dan tempat usahanya roboh, semua anggota tetap berkomitmen mengangsur. Hal tersebut dibuktikan pada bulan pertama buka kas UPK BKM Maju Makmur pasca gempa, yakni Juli 2006, dimana pada tahun 2007, KSM Bunga Sepatu justru terpilih menjadi KSM berprestasi (Juara) I.
Sumirah mengatakan, pertama kali dirinya meminjam dana BLM bergulir di UPK BKM Maju Makmur Pleret adalah pada tahun 2000, untuk usaha mengecer bensin. Setelah beberapa kali periode pinjaman, usahanya berkembang sehingga menjadi toko onderdil. Sementara itu, Marni (sekretaris) berjualan sate kambing. Saat pertama kali meminjam, kiosnya sangat sederhana dengan tembok terbuat dari bambu. Kini, kiosnya semakin nyaman dan luas, bahkan temboknya sudah terbuat dari semen.
Ketika gempa menerjang, semua usaha Sumirah dan Marni hancur bersama kios yang mereka dirikan dengan susah payah. Rumah yang ditempati mereka pun roboh. Beberapa hari pasca gempa, mereka sempat ikut tidur di tenda yang didirikan bersama para tetangganya. Seminggu setelah gempa, pihak BKMngaruhke atau menengok guna mengetahui keadaan/kondisi dari anggota KSM Bunga Sepatu.
Tak lama setelah kunjungan BKM, KSM Bunga Sepatu mendapat surat pemberitahuan bahwa untuk Juni 2006, angsuran pinjaman diliburkan. Kas UPK dibuka kembali pada Juli 2006 bagi KSM yang sudah bisa mengangsur. Untuk KSM yang belum bisa mengangsur diberi kesempatan tiga bulan untuk mengangsur bunganya saja, sementara pokoknya bisa ditunda.
Bersama-sama dengan teman satu KSM, Sumirah sepakat mulai mengangsur pada Juli 2006. “Karena sudah janji dan menjadi kewajiban, maka kami sepakat untuk mulai mengangsur di bulan Juli. Alhamdulillah, ternyata kalau sudah diniatkan mengangsur pun jadi ringan,” Sumirah menuturkan. Tak heran, pada RWT 2007, KSM Bunga Sepatu pun berhasil menjadi KSM berprestasi I dan berhak meraih tropi bergilir serta mendapat hadiah uang pembinaan.
Pembukuan di KSM Bunga Sepatu terbilang sangat lengkap. Ada buku kas angsuran, buku angsuran ke BKM, buku penyaluran pinjaman, buku daftar pengurus, buku untuk menabung simpanan anggota, buku notulensi pertemuan, buku tamu dan monitoring, buku surat masuk dan keluar
Yang lebih luar biasa, pembukuan di KSM Bunga Sepatu terbilang sangat lengkap. Ada buku kas angsuran, buku angsuran ke BKM, buku penyaluran pinjaman, buku daftar pengurus, buku untuk menabung simpanan anggota, buku notulensi pertemuan, buku tamu dan monitoring, buku surat masuk dan keluar.
Menurut para anggota KSM ini, apa yang mulanya dinilai tidak mungkin terjadi, justru akan terwujud jika kita mau berupaya. Tuhan Maha Kasih kepada umat-Nya yang mau berusaha dan tidak banyak mengeluh. KSM Bunga Sepatu adalah buktinya.
Ketika ditanya tentang manfaat berkelompok, anggota KSM menjawab serempak. ”Dengan berkelompok, kita menjadi lebihguyub. Bisa saling mendukung. Dan, kalau ada yang sedang malas, bisa diingatkan. Meminjam di UPK juga lebih mudah, tidak berbelit-belit dan tidak perlu menggunakan agunan,” jelas Sumirah. Apalagi, lanjutnya, ada pendampingan rutin yang dilakukan oleh anggota BKM wilayah, sehingga bisa memonitor perkembangan usaha seluruh anggota KSM. Hubungan antara UPK, BKM dan KSM pun sangat kekeluargaan, didasari rasa silaturahmi antaranggota.
Gempa boleh saja meluluh-lantakkan rumah-rumah anggota KSM Bunga Sepatu, namun semangat untuk menjadi lebih baik ternyata tidak ikut hancur. Semangat itulah yang menjadi modal awal anggota KSM Bunga Sepatu untuk bangkit dari keterpurukan pasca gempa. (Tim Manajemen Keuangan KMP P2KP-2, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)
Informasi selanjutnya mengenai kegiatan KSM Bunga Sepatu, silakan hubungi:
BKM Maju Makmur Pleret 

Audit

1)  Tutup Buku Tahun 2001 dilaksanakan tanggal : 21 September 2002
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
2)  Tutup Buku Tahun 2002 dilaksanakan tanggal : 28 Februari 2003
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
3)  Tutup Buku Tahun 2003 dilaksanakan tanggal : 02 Maret 2004
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
4)  Tutup Buku Tahun 2004 dilaksanakan tanggal : 20 Maret 2005
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
5)  Tutup Buku Tahun 2005 dilaksanakan tanggal : 27 Februari 2006
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
6)  Tutup Buuku Tahun 2006 dilaksanakan tanggal : 8 Februari 2008
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
7)  Tutup Buku Tahun 2007 dilaksanakan tanggal :  6 Maret 2008
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
8)  Tutup Buku Tahun 2008 dilaksanakan tanggal : 14 Maret 2009
  Dengan hasil : Wajar tanpa catatan
9)  Tutup Buku Tahun 2009 dilaksanakan tanggal : 28 Desember 2010
        Dengan hasil : Wajar tanpa catatan

Pengalaman Kerja

žBKM Maju Makmur Desa Pleret sudah berjalan selama kurang lebih 11 tahun sejak didirikan di Balai Desa Pleret pada tanggal 23 Desember 1999. Selama kurun waktu tersebut BKM Maju Makmur telah melaksanakan berbagai macam program yang diamanatkan oleh P2KP untuk ikut membantu program pemerintah dalam usaha penanggulangan kemiskinan (Pronangkis) khususnya di wilayah desa Pleret.

žKomitmen BKM Maju Makmur untuk ikut serta bersama pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan diwujudkan dengan melakukan berbagai macam kerjasama (Chanelling) serta menyusun Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis).

žPenyusunan PJM Pronangkis dalam PNPM dilakukan agar masyarakat lebih mampu menganalisa keadaan sendiri, mengidentifikasi potensi dan permasalahannya, merumuskan kebutuhan riilnya, dan menyepakati rencana-rencana kegiatan secara sistematis dan strategis untuk memperbaiki kehidupan warga masyarakat terutama dalam penanggulangan kemiskinan yang berada di lingkungan mereka. Dengan demikian, masyarakat di desa sasaran dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan PNPM maupun penanggulangan kemiskinan tidak sekedar didasarkan pada ‘daftar keinginan’ sekelompok atau pihak-pihak tertentu di masyarakat, melainkan benar-benar berbasis kebutuhan nyata seluruh lapisan masyarakat serta strategi penanggulangan kemiskinan yang sistematis, jelas, dan terarah.