Demikian Profil BKM Maju Makmur Desa Pleret yang bisa kami sajikan....
Alamat Kantor : Kompleks Bale Desa Pleret Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul Website : www.bkmmajumakmur.blogspot.com email : paparazzy_shock@yahoo.co.id HP/WA : 0878-4581-6932
Selamat Datang
Sugeng Rawuh Wonten Ing Blog BKM Maju Makmur Desa Pleret.....!!!!! Maturnuwun Sampun Kerso Pinarak..... CP.BKM = (0274) 664-2614
Audit BKM
Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di Bantul telah melaksanakan audit yang dilakukan langsung oleh tim auditor independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP).
Koordinator BKM Maju Makmur Desa Pleret mengatakan, pelaksanaan audit BKM terutama BKM maju Makmur Desa Pleret sudah siap diaudit baik Sekretariat maupun UPK/UPL. Kendati pelaksanaan audit BKM dilakukan oleh tim independen, namun pihaknya tidak khawatir, karena sudah setiap tahun di audit oleh auditor independent.
”Seluruh kegiatan BKM maupun catatan administrasinya dan hasil kegiatan selama tahun 2010 tidak luput dari pemeriksaan tim audit independen. Mengenai hasilnya seperti apa kami juga masih menunggu.
Selain audit independent BKM Maju Makmur juga telah di datangi oleh BPKP Provinsi DIY pada hati Jum'at tgl 8 April 2011 untuk mengecek kegiatan PLP-BK di Desa Pleret.
Pelatihan Tematik BKM Pleret
Program PNPM-MP masih berlanjut dengan program yang telah ditetapkan pada pelaksanaan PNPM-MP 2011. BKM Maju Makmur Desa Pleret telah mengadakan Pelatihan Tematik “Kemitraan dan Channeling” yang telah diselenggarakan selama 2 hari tanggal 26 – 27 Maret 2011 di Pendopo Bale Desa Pleret Bantul.
Pelaksanaan pelatihan ini diikuti sekitar 150 orang dari unsur pengurus BKM, Sekretariat, Unit Pengelola yang ada (UPK, UPL, UPS) dan perwakilan KSM dari 5 BKM di kecamatan Pleret yaitu Pleret, Wonokromo, Bawuran, Wonolelo dan Segoroyoso. Pada pelaksanaan pelatihan ini banyak dipaparkan materi tentang kemitraan dan channeling dengan pihak-pihak lain yang saling menguntungkan.
BKM Maju Makmur ikut Pelatihan PRB Kab. Bantul
Pelatihan Dan Simulasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB)
Untuk lebih menguatkan dan meningkatkan kemampuan masyarkat terhadap resiko bencana, maka Pemkab Bantul bekerja sama dengan Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) mengadakan pelatihan dan simulasi penanganan bencana pada hari Senin (21/03).
Menurut Koordinator BKM Maju Makmur Desa Pleret Ahmad Sudarmi, S.Pd. (seksi perlengkapan panitia), pelatihan yang diikuti oleh 35 desa di Bantul ini merupakan replikasi dari program rekompak JRF. Keterlibatan aktif masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penanggungan resiko bencana. Melalui pelatihan ini diharakan mampu menumbuhkan dan memberdayakan masyarakat untuk bekerja sama menanggulangi bencana. dalam kegiatan ini BKM Maju Makmur mengirimkan 5 orang peserta yaitu : Bp. Ahmad Sudarmi, S.Pd, Bp. Sumarjiyono, Ibu H. Yuli Partiningsih, Bp. Ashari dan Bp. Wanijo, B.Sc. (unsur Pamong Desa) dengan biaya Rp. 655.000,- diambilkan dari bunga bank rekening BDL dan BOP BKM.
Acara yang dibuka oleh Assek II Drs. Mardi Akhmad tersebut merupakan program penutup dari Rekompak JRF pasca bencana gempa 27 Mei 2006. Dalam sambutannya Drs. Mardi Akhmad mengatakan, Pemkab Bantul memberikan apresiasi dan penghargaan atas program peningkatan kemampuan penanggulangan resiko bencana tersebut. Kunci keberhasilan program ini adalah didasari dengan niat yang ikhlas dan rasa kemanusiaan. Dukungan, kesungguhan dan ketersediaan seluruh masyarakat juga merupakan faktor penting agar tercipta masyarakat yang siap terhadap resiko bencana.
Program pelatihan ini bermaksud agar seluruh masyarakat Bantul siap menghadapi resiko pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Adapun tujuannya adalah untuk menguatkan pengetahuan tentang bencana, memberikan pemahaman tentang struktural OPRB, memberikan pemahaman tentang hal-hal penanggulangan bencana, memberikan pemahaman tentang majemen penanggulangan resiko bencana, memberikan pemahaman pentingnya peletihan & simulasi penanggulangan bencana.
Kawasan Klitikan Salah satu Sumber Penghidupan Anggota KSM BKM Maju Makmur
Klitikan atau dunia barang bekas yang diperjualbelikan barangkali tidak hanya terjadi di Yogyakarta. Akan tetapi hal ini bisa terjadi di semua kota atau tempat. Hanya saja bagi Yogyakarta, dunia ini menjadi semacam dunia tersendiri yang memberikan citra atau warna tertentu bagi Yogyakarta. Setidaknya kehadiran bisnis ini telah menolong banyak orang dari kesulitan ekonomi. Di samping itu, dunia ini juga menjadi ajang tersendiri bagi orang-orang yang senang berburu barang-barang antik, kuno, asli, berkualitas, namun harganya murah. Dunia barang bekas atau di Yogyakarta beken dengan istilah klithikan, juga menjadi ajang rekreasi atau wisata belanja.
Tempat bisnis atau jual beli barang bekas di wilayah Yogyakarta salah satunya berpusat di Jejeran, Pleret, Bantul. Jika di tempat-tempat lain dikenal sebagai klithikan yang menjual aneka macam barang bekas, Jejeran dikenal sebagai pusat jual-beli onderdil sepeda motor dari berbagai jenis dan merk. Dapat dikatakan bahwa semua onderdil atau spare part kendaraan jenis sepeda motor bisa diperoleh di tempat ini. Mulai dari skrup, baut, kabel, peleg, sadel, lampu, accu, ban, karburasi, klakson, dan sebagainya bisa dicari di tempat ini. Orang bebas menawar dan memilih-milih barangnya.
Yang perlu dibanggakan oleh BKM Maju Makmur Desa Pleret adalah sebagian besar pedagang klithikan ini merupakan anggota KSM di UPK BKM Maju Makmur, mereka memilih UPK BKM sebagai tempat meminjam modal usaha karena prosesnya mudah dan dekat dengan lokasi usaha. Sungguh apresiasi tak terhingga bagi para pedagang onderdil/klithikan yang mayoritas berasal dari pedukuhan kanggotan desa pleret ini, disaat pemerintah dipusingkan dengan angka pengangguran yang tinggi dan sulitnya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat..
Yang perlu dibanggakan oleh BKM Maju Makmur Desa Pleret adalah sebagian besar pedagang klithikan ini merupakan anggota KSM di UPK BKM Maju Makmur, mereka memilih UPK BKM sebagai tempat meminjam modal usaha karena prosesnya mudah dan dekat dengan lokasi usaha. Sungguh apresiasi tak terhingga bagi para pedagang onderdil/klithikan yang mayoritas berasal dari pedukuhan kanggotan desa pleret ini, disaat pemerintah dipusingkan dengan angka pengangguran yang tinggi dan sulitnya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat..
Langganan:
Postingan (Atom)





















